Selasa, 11 Mei 2010

Efek foto black n white dengan fokus objek berwarna


Untuk menyiasati trik ini sederhananya kita hanya bermain di bagian Hue/Saturation. Akan tetapi jikalau hasil editingnya ingin lebih bagus lagi kita bisa menggunakan trik2 tambahan yang lainnya. Akan tetapi pada kesempatan ini saya hanya akan menjelaskan cara-cara sederhananya saja sebaga dasar dari trik ini. Ok kita mulai aja ke TKP sekarang…
Mula-mula sebuah photo seperti di bawah ini.
 
Kemudian kita masuk menu Image->Adjustments->Hue/Saturation maka akan muncul form seperti di bawah ini.

Dan sekarang kita hanya bermain warna saja sesuai photo yang mau kita edit.
Untuk memulainya kita lihat dulu warna apa yang tidak ingin kita buat menjadi hitam putih, dan dari contoh ini kita akan membuat semua objek menjadi hitam putih kecuali objek orang nya. Dan pada objek orang ini hanya terdapat warna merah (untuk warna kulit dan baju) saja yang paling mencoloknya.
Tapi perlu diingat sebelum kita memberi nilai Saturation kita harus memilih dulu warna (Reds, Yellows, Greens, Cyans, Blues, Magentas) mana yang akan kita buat menjadi hitam putih.
 



Contoh di bawah ini akan membuat warna kuning (Yellows) menjadi hitam putih dengan cara memberi nilai Saturationnya menjadi -100 :

Yellows       = Saturation (-100)
Greens        = Saturation (-100)
Cyans          = Saturation (-100)
Blues           = Saturation (-100)
Magentas = Saturation (-100)
Dan setelah semua warna (kecuali warna merah) di beri nilai Saturationnya dengan nilai -100 maka hasil akhirnya akan seperti di bawah ini :
 

Hanya objek orangnya saja yang warnanya tetap. Untuk hasil lebih maksimal kamu bisa menggunakan tool selection dan filter2 yang lainnya. 
//NUG13



Senin, 29 Maret 2010

thinking out of the box

Untuk mencapai suatu tujuan, sejauh bukan hal mutlak sbg sebuah ketentuan dari agama, pasti tidak cuma ada satu cara untuk mencapainya.

Kebanyakan kita kan lebih suka ambil cara yang umum, atau cara yang bersesuai dengan apa yang sudah ditentukan oleh buku HOW TO.

Karena apa,
ya karena kita sepertinya menganggap hidup ini eksak, yang harus sesuai dan sejalan dengan rumus dan teori.
Ya karena kita tak mau susah bereksperimen mencari cara yang lain, atau kebetulan tak bisa cari cara yang lain.
Ya karena kita ini memang manusia-manusia latah keblinger,
ya karena kita ini manusia bermental folower,
ya karena kita ini berguru pada para almarhum
ya karena kita ini memang dididik untuk menjadi seragam, untuk percaya bahwa Kebenaran ada di luar diri kita, yaitu Kunci Jawaban namanya. Bahkan ironisnya kita dianjurkan menggali ilmu PENGETAHUAN Eisntein yang Einsteinnya sendiri malah bilang IMAGINASI lebih penting daripada ilmu PENGETAHUAN.

Ya karena di sini hak individu tak mendapati tempat, menjadi wajib harus hidup seragam termasuk isi kepalanya, harus mau sama sependapat betapa pun hal itu salah, karena diyakini bahwa salah kali salah toh adalah benar (tak peduli meskipun benar itu bukan sebagai sebuah Kebenaran).
Ya karena kita tak mau dianggap beda, sebab takut dimusuhi dan dijauhi, meskipun kita bukan bermaksud sekedar ingin berbeda.

Ya karena kita tak sehebat dan sekuat rasulku, Muhammad, ketika dia tetap tegar bersikukuh kepada K-ebenaran meskipun dianggap dirinya salah karena tidak sesuai dengan kebenaran yang diyakini kaumnya saat itu, karena dianggap tidak sesuai dengan adat istiadat dan BUDAYA BANGSA nenek moyangnya. Bahkan dia tetap konsisten dengan K-ebenaran meskipun dianggapnya aneh dan gila oleh masyarakat umum suku Quraisy pada saat itu. Juga Iesa, juga Musa, juga lain-lainnya

Sumber : PidiBaiq II
 

©Modifyed by //NUG13 | TNB